Overheat

Penyebab Dan Tips Paling Ampuh Cara Mengatasi Overheat Pada Sepeda Motor

Diposting pada

Penyebab Dan Tips Paling Ampuh Cara Mengatasi Overheat Pada Sepeda MotorHampir semua sepeda motor pasti pernah mengalami masalah overheat. Bagi anda yang pernah mengalami mesin motor overheat atau yang ingin tau caranya agar motor anda terhindar dari masalah overheat yang menjengkelkan anda tidak perlu cemas karena pada kesempatan kali ini saya akan memberikan tips dan trik cara mengatasi overheat pada motor agar motor anda tidak cepat rusak. Bagaimana caranya? Langsung saja simak artikel ini dengan teliti.

Pengertian Overheat

Overheat

Overheat berasal dari bahasa Inggris yang terdiri dari kata “Over” artinya “lebih” dan “Heat” artinya “panas” yang jika disatukan berarti panas yang berlebihan. Overheat pada motor sendiri memiliki arti yaitu sebuah kondisi dimana mesin motor mengalami kondisi panas yang berlebih ketika sedang digunakan.

Panas pada bagian mesin ini terjadi karena adanya proses pembakaran bahan bakar berupa bensin yang disemprotkan oleh karburator ke dalam mesin sehingga dapat menggerakkan piston didalamnya, kemudian gerakan naik-turun piston ini diubah menjadi gerak putar sehingga mengakibatkan perputaran pada roda.

Nah, dari hal diatas dapat disimpulkan bahwa mesin sepeda motor bekerja untuk mengubah bensin menjadi gas melalui proses pembakaran sehingga berubah menjadi energi gerak. Panas pada mesin itu adalah sebuah hal yang wajar karena disanalah proses pembakaran terjadi dan disanalah panas dihasilkan.

Yang anda harus tau bahwa salah satu tanda awal motor mengalami overheat adalah lampu indikator yang menyala. [Gambar 1]

Tapi jangan salah, walaupun mesin menjadi tempat pembakaran bahan bakar namun komponen dalam mesin juga memiliki batas temperatur. Untuk menjaga mesin tetap dalam keadaan dibawah batas temperatur atau mencegah overheat dibutuhkan sistem pendinginan mesin.

Sekarang ini untuk sistem pendingin mesin sendiri hanya terdapat 2 jenis yaitu yang menggunakan base water coolant dan air coolant.

Untuk motor yang menggunakan water coolant ciri-cirinya anda dapat dengan mudah menemukan Radiator dibagian depan mesin.

Fungsi Radiator adalah untuk mendinginkan cairan pendingin yang digunakan untuk mendinginkan mesin yang alirkan melalui rongga-rongga mesin.

Untuk yang menggunakan air coolant (pendingin udara) anda bisa menemukan bentuk mesin yang bersirip-sirip. Gunanya untuk memperlebar permukaan mesin sehingga mudah dingin ketika terkena angin.

Penyebab mesin overheat sendiri ada bermacam-macam yaitu seperti yang akan dijelaskan berikut ini.

Penyebab Mesin Mengalami Overheat

Ada beberapa faktor yang menyebabkan mesinmengalami overheat yaitu sebagai berikut.

  1. Fan Radiator Tidak Bekerja Semestinya

Fan atau kipas angin ini biasanya terdapat dibelakang radiator. Alat ini fungsinya untuk membantu mengalirkan udara melalui radiator sehingga mesin tidak mudah mengalami overheat. Jika Fan ini terganggu dan tidak otomatis menyala saat overheat, hal ini dapat mengakibatkan overheat pada mesin semakin parah dan dapat merusak mesin

  1. Thermostat Yang Tidak Bekerja Sempurna

Fungsi thermostat pada motor selain mengukur panas suatu mesin juga sebagai keran cairan pendingin yang otomatis membuka jika panas terjadi. Jika thermostat rusak bisa mengakibatkan overheat karena cairan pendingin tidak mengalir dengan sempurna dan juga lampu indikator thermostat menyala terus menerus.

  1. Adanya Kebocoran Sistem Pendingin

Sistem pendingin yang bocor menyebabkan tercampurnya water coolant dengan oli. Hal ini bisa berakibat buruk karena berkurangnya cairan pendingin sehingga mesin mudah sekali menjadi panas.

  1. Radiator Tersumbat

Radiator tersumbat juga menjadi salah satu hal yang dapat mengakibatkan mesin mengalami overheat karena aliran cairan pendingin pada radiator menjadi terhambat.

  1. Menggunakan Oli Motor Yang Tidak Semestinya

Menggukakan oli motor yang tidak semestinya dapat mengakibatkan mesin mudah overheat karena setiap mesin memiliki ketentuan oli tersendiri sehingga jika anda salah menggunakan oli maka akan memperbesar gesekan antar komponen dalam mesin.

  1. Tutup Radiator Yang Sudah Tidak Mampu Menahan Tekanan

Radiator adalah pendingin yang menggunakan cairan sebagai penghantar panas pada mesin. Karena berbentuk cairan maka cairan ini dapat menguap menjadi gas dan membuat tekanan pada radiator sangat besar.

Jika tutup radiator tidak mampu menahan tekanan ini maka cairan pendingin akan merembes keluar dan membuat cairan water coolant pada radiator berkurang sehingga mesin mudah menjadi panas atau overheat.

  1. Sirkulasi Angin Yang Tidak Lancar Terhadap Kisi-Kisi Mesin Motor

Sirkulasi angin yang tidak lancar sering kali diakibatkan oleh pemasangan aksesoris yang tidak semestinya sehingga mengganggu aliran udara yang gunanya untuk mendinginkan mesin melalui kisi-kisi mesin atau radiator.

  1. Motor Sering Digunakan Dilingkungan Yang Terjal dan Membawa Beban Berat

Mesin bekerja terlalu keras akibat sering digunakan di medan yang terjal apalagi sambil membawa beban yang berat, inilah yang dapat menyebabkan overheat mesin.

Contohnya saat membawa dagangan dan menaiki tanjakan di bukit / gunung.

  1. Sering Membetot Gas Dalam-Dalam

Hati-hati jika anda termasuk salah satu yang mempunyai kebiasaan ini. Sering membetot gas dalam-dalam selain membuat boros bensin juga dapat menyebabkan RPM cepat naik sehingga mesin cepat panas yang dihasilkan dalam proses pembakaran.

Selain panas yang yang dihasilkan dalam proses pembakaran, gesekan antar mesin yang semakin cepat menjadi salah satu penyebab bertambahnya panas mesin sehingga membuat mesin cepat overheat.

  1. Menggunakan Kendaraan Dalam Waktu Yang Lama

Menggunakan kendaraan terus menerus dalam waktu yang lama juga menjadi salah satu hal yang dapat menyebabkan overheat. Banyaknya proses pembakaran yang terjadi didalam mesin ditambah durasi penggunaan yang lama menyebabkam mesin semakin panas yang lama kelamaan menyebabkan mesin menjadi overheat.

  1. Sering Terjebak Dalam Kemacetan

Yang terakhir adalah jika anda sering terjebak dalam kemacetan. Kemacetan menjadi hal yang memuakkan bagi semua orang, apalagi jika mengunakan motor disaat cuaca panas terik maupun hujan.

Jika hujan maka anda tidak perlu khawatir karena mesin akan terhindar dari overheat, namun berbeda jika anda sering terjebak dalam kemacetan yang panjang saat kondisi panas terik.

Selain motor anda semakin panas akibat cuaca, motor yang terjebak kemacetan karena kurangnya aliran udara yang dibutuhkan untuk mendinginkan radiator atau kisi-kisi mesin akan membuat mesin cepat overheat.

Akibat Mesin Yang Mengalami Overheat

Efek yang diakibatkan mesin yang mengalami overheat bisa beraneka ragam mulai dari yang kerusakan ringan sampai yang paling parah bisa menyebabkan mesin mati total.

Dibawah ini adalah efek-efek yang diakibatkan oleh mesin yang mengalami overheat.

  1. Rusaknya Komponen Mesin

Hal pertama yang akan anda alami jika mesin motor sering anda biarkan overheat adalah rusaknya komponen didalam mesin itu. Saat overheat itu terjadi, jika dibiarkan terus menerus maka hal terburuk yang akan terjadi adalah dapat menyebabkan piston patah, blok mesin bisa jebol karena dihajar oleh stang piston, silinder blok rusak karena pemuaian yang berlebihan, baret pada cylinder bore, dan oli bercampur coolant.

  1. Seal Mesin Bocor

Selain rusaknya komponen mesin, seal mesin yang bocor bisa menyebabkan cairan yang didalam mesin menyebar kemana-mana. Seal yang bocor juga dapat menyebabkan oli rembes dan oli bercampur dengan water coolant .

Jika terjadi oli rembes maka dapat menyebabkan berkurangnya cairan oli didalam mesin sehingga mengakibatkan mesin cepat rusak karena gesekan yang terjadi terus menerus.

  1. Mesin Berisik

Overheat pada mesin juga bisa meyebabkan mesin menjadi berisik karena komponen didalam mesin sudah tidak presisi lagi. Hal itu karena salah satu sifat logam yang dapat memuai jika terkena panas sehinga komponen menjadi oblak atau baret.

  1. Motor Menjadi Kurang Bertenaga

Karena pemuaian, komponen yang terjadi didalam mesin menyebabkan baret yang terjadi cylinder bore dan piston, hal ini berakibat gerak piston menjadi lambat akibat besarnya gesekan yang dihasilkan.

Selain gerak piston yang melambat, banyaknya gesekan yang terjadi akibat berkurangnya oli menyebabkan komponen-komponen dalam mesin susah bergerak karena mengalami banyak gesekan sehingga tenaga mesin menjadi berkurang.

  1. Mesin Mati

Yang terakhir, overheat pada mesin juga dapat menyebabkan mesin mati. Mesin mati bisa terjadi akibat piston tersangkit di cylinder bore sehingga menyebabkan mesin mati.

Cara Mencegah Mesin Motor Overheat

Lampu Indicator
Lampu Indicator
  1. Pastikan Kinerja Fan Radiator Berfungsi Dengan Baik

Fan radiator bisa dikatakan bekerja dengan baik apa bila jika saat mesin kendaraan mengalami overheat maka secara otomatis akan menyala dengan sendirinya. Jika fan belakang radiator tidak menyala ketika overheat terjadi, coba pastikan kondisi aki motor anda apakah berfungsi dengan baik atau kurang setrum.

Sebab kondisi aki mempengaruhi fan dan jika kondisi aki sedang drop maka kipas akan susah menyala dan kelistrikan motor tergangu. Untuk itu anda perlu memantau aki setiap saat demi menjaga agar motor anda selalu sehat.

Kalau Fan tetap tidak mau hidup maka cara mengatasinya dengan memasang fan tambahan di belakang radiator dengan menggunakan fan komputer.

  1. Cek Sistem Pendingin Motor Sebelum Digunakan

Mengecek sebelum digunakan sebenarnya adalah suatu hal yang wajib bagi setiap pemilik kendaraan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan saat berkendara. Cek bagian sistem pendingin apakah ada yang menyumbat aliran udara seperti aksesoris yang mengganggu atau kerikil-kerikil yang menyangkut di radiator.

  1. Gunakan Cairan Pendingin Yang Tepat

Menggunakan cairan pendingin yang tepat merupakan salah satu cara mencegah kendaran anda dari overheat. Kenapa? Karena water coolant yang biasanya siap tuang sudah mengandung anti karat dan sudah didesain agar tidak mudah menguap sehingga tidak menyebabkan karat yang dapat meyumbat lubang saluran cairan pendingin.

Jangan menggunakan air keran atau air sumur sebagai pengganti water coolant karena dapat menyebabkan karat dan mudah menguap segingga menyebabkan radiator jebol.

  1. Kuras dan Ganti Water Coolant Secara Teratur

Kualitas water coolant mempengaruhi keawetan mesin. Cara menjaga kualitas water coolant adalah dengan menguras dan menggantinya secara teratur. Dianjurkan menggunakan Extended Life Coolant (ELF) atau Surfactant Coolant (SC), semuanya sudah dalam bentuk siap tuang.

  1. Ganti Tutup Radiator Secara Berkala

Mengganti tutup radiaor secara berkala sangat penting karena demi menjaga cairan radiator agar tidak tumpah kemana-mana. Ganti tutup radiator 4-5 tahun sekali dan gunakan tutup yang original.

  1. Lakukan Pergantian Oli Motor Secar Teratur

Mengganti oli motor secara teratur adalah suatu kewajiban bagi setiap pemilik kendaraan bermotor, selain mengurangi gesekan antar komponen mesin juga menjaga mesin agar tidak mudah panas karena terlalu banyak gesekan.

  1. Istirahatkan Motor Anda

Mengistirahatkan motor sangat penting jika kendaraan tersebut telah digunakan berjam-jam karena motor menjadi sangat panas jika terlalu lama digunakan. Hal itu demi menjaga komponen mesin agar tidak mudah overheat.

  1. Jangan Paksakan Kendaraan Anda

Jangan pernah paksakan kendaraan anda, hal ini juga sebagai salah satu cara mencegah mesin mudah overheat. Caranya dengan tidak membetot gas dalam dalam, berhenti sejenak jika telah digunakan sangat lama.

Bila terjadi Overheating

Tanda awal yang dapat anda perhatikan ketika mesin mengalami overheating adalah lampu indikator suhu yang menyala. Bila tetap dipaksa jalan ketika lampu indikator temperatur menyala maka bisa-bisa mesin menjadi amburadul dan rusak semua. Jadi langkah terbaik jika tiba-tiba kendaraan anda mengalami overheating adalah sebagai berikut.

  1. Jika sudah melihat lampu indikator temperatur menyala maka jangan memaksakan mesin dan segera ambil langkah seribu untuk segera menepi dan matikan mesin.
  2. Jangan pernah membuka tutup radiator ketika mesin dalam keadaan panas maupun overheating karena radiator memiliki air bertekanan tinggi, jika dibuka maka bisa-bisa air akan langsung menyembur kemuka anda.
  3. Selanjutnya jika motor sudah dalam keadaan dingin buka penutup radiator untuk memastikan ketersediaan air didalamnya.
  4. Bila jumlah air berkurang maka segeralah pergi ke bengkel dan membeli water coolant.

Sudah Melakukan Itu Semua Tapi Lampu Indikator Masih Menyala?

Kemungkinan jika semua tips pencegahan diatas sudah anda lakukan tetapi lampu indikator suhu / thermostat masih menyala maka baguan yang mungkin terganggu atau rusak adalah thermosensor dan thermostatnya.

Thermostat

Thermostat sendiri berungsi untuk menutup aliran cairan radiator / coolant agar tidak langsung ke radiator, dengan tujuan supaya pada waktu proses pemanasan awal (warming up) mesin menjadi cepat panas. Nah thermostat secara otomatis akan terbuka setelah panas mesin sudah mencukupi sehingga cairan radiator / coolant akan mengalir ke radiator untuk didinginkan.

Thermosensor

Thermosensor adalah sebuah sensor yang bertugas untuk mengukur suhu air coolant, input dari sensor ini berfungsi sebagai input ke ECU untuk :

  • Menyalakan signal “hot” di panel speedometer.
  • Menyalakan Fan (kipas) Radiator.

Berikut ini adalah cara mengatasi lampu indikator suhu / thermostat yang menyala terus.

Cara Mengatasi Lampu Indikator Suhu / Thermostat yang Menyala Terus

Untuk motor umur 1-2 tahun

Umur motor 1 – 2 tahun biasanya kondisi termostat / termosensor hanya kotor / mampet, jadi cukup perlu dibersihkan bagian termostatnya agar aliran air lancar (tidak tersendat) dan ujung termosensor hanya perlu di bersihkan (bisa menggunakan lap dan cairan pembersih kerak atau dengan amplas alus), setelah dibersihkan silakan pasang ke tempatnya semula masing-masing kedua part tersebut.

Tetapi jika setelah dipasang kembali Overheat tetap ada, maka salah satu part tersebut bisa dipastikan rusak dan butuh penggantian baru.

Dimana Sih Letak Posisi Thermostat dan Thermosensor Kalau Mau Membongkar Sendiri Dirumah?

Thermosensor

Thermosensor

Thermostat

Thermostat

Nah, di atas tadi kita telah membahas secara tuntas mengenai penyebab, akibat, dan cara mencegah sepeda motor kita yang mengalami overheat. Selain itu juga langkah yang tepat ketika motor kita mengalami overheat dijalan juga cara mengatasi indikator suhu motor nyala terus menerus.

Jika bermanfaat silahkan klik share dan jika ada yang kurang jelas atau masukan silahkan corat-coret komentar dibawah ya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *