Cara Kerja Sistem Starter

Diposting pada

Pelajaran otomotif kali ini akan dibahas tentang cara kerja sistem starter, Untuk itu perlu diketahui bahwa pada dasarnya secara umum sistem starter listrik terdiri dari:

  • baterai,
  • sekring (fuse),
  • kunci kontak (ignition switch),
  • saklar/tombol starter (starter switch),
  • relay starter,
  • motor starter.
Cara kerja sistem starter mobil atau sepeda motor
Cara kerja sistem starter

Di atas adalah komponen motor stater, arus yang besar  40 ampere mengalir ke motor starter saat dinyalakan. Agar bisa mengalirkan arus besar tersebut, diperlukan kabel yang tebal dari biasanya langsung dari  baterai menuju motor tanpa melalui starter switch supaya kontaknya tidak meleleh saat ditekan. Sebab itu, dalam rangkaian sistem starter dilengkapi relay starter atau solenoid switch.

Cara kerja motor starter pada sepeda motor

Pada saat starter switch (tombol starter) ditekan,  arus  yang berasal dari baterai akan segera mengalir ke kumparan relay starter lewat  ignition switch (kunci kontak) terus ke massa. Dalam hal ini arus akan sampai ke massa apabila posisi kopling dalam posisi sedang ditekan atau posisi gigi transmisi posisi netral (saklar kopling atau saklar neutral menghubungkan arus dari kumparan relay starter ke massa). Bagi sepeda motor dengan sistem starter yang tidak dilengkapi dengan sistem pengaman, maka aliran arusnya dari tombol starter ke kumparan relay starter ke massa.

Arus yang dialirkan ke kumparan relay ini cukup kecil sehingga tidak akan membuat kontak pada tombol starter kebanyakan beban. Setelah arus sampai ke massa, pada kumparan relay starter terjadi kemagnetan. Hal ini akan membuat plat kontak pada relay starter tertarik (menutup), jadi arus yang besar langsung dari baterai mengalir menuju motor starter. Selanjutnya motor starter tersebut akan berputar untuk menghidupkan mesin sesuai prinsip kerja motor starter.

saat moving contact telah berhubungan dengan contact point, maka arus dari pull in coil tidak dapat mengalir, akibatnya plunger ditahan oleh kemagnetan hold in coil saja. Jika mesin sudah mulai hidup, flywheel akan memutarkan armature melalui pinion karena kecepatan putar motor starter lebih kecil dibanding kecepatan mesin.

Demikianlah artikel tentang cara kerja sistem starter, dengan membaca ini anda menjadi bertambah ilmu pengetahuannya terutama bagi anda yang seorang pelajar teknik otomotif maupun bagi anda yang bekerja bergerak dibidang otomotif, untuk cara kerja sistem starter pada mobil tidak jauh beda dengan artikel di atas, semoga kedepannya anda mengetahui cara menguji motor starter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *