Cara Membayar Hutang Puasa Ramadhan Tahun Kemarin

Diposting pada

Tidak terasa sebentar lagi akan menjelang puasa ramadhan tahun 1438 H, akan tetapi cukup banyak dari kita belum mengetahui bagaimana cara membayar hutang puasa tahun lalu, kita bisa saja pada puasa tahun lalu mengalami sesuatu hal yang menyebabkan tidak berpuasa penyebabnya bisa bermacam-macam, namun bagaimanapun kita berusaha untuk menggantu hutang puasa ramadhan tahun lalu, misal tahun lalu jumlah hari tidak puasa ada 3 hari, maka bayar juga sebanyak 3 hari itu.

Cara Membayar Hutang Puasa Ramadhan
Mari Membayar Hutang Puasa Ramadhan

kami akan memaparkan kepada anda dalam artikel ini buat anda yang merasa punya hutang puasa ramadhan dan hendak membayarnya, sebagaimana kita tahu bahwa cara membayar hutang puasa itu bisa berbagai macam ada yang membayarnya juga dengan puasa di hari lain, ada juga yang dengan hanya membayar fidyah saja.

Memang membayar puasa itu pahalanya jelas tidak sama dengan ketika puasa di bulan ramadhan, akan tetapi dengan membayar hutang puasa tersebut dapat menggugurkan kewajiban puasa yang seharusnya dilakukan.

Kapan Waktunya Membayar Hutang Puasa Ramadhan Tahun Kemarin?

Kita boleh membayar utang puasa kapan saja dari 11 bulan tersebut. Tapi keluasan waktu ini hanya berlaku bagi yang meninggalkan puasa karena ada udzur syar’i (alasan yang dibenarkan oleh syari’at), semisal haid, nifas, sakit, musafir, dan sebagainya. Akan tetapi bagi mereka yang meninggalkan puasa tanpa ada alasan yang bisa diterima oleh syari’at (tanpa ada udzur syar’i), contohnya karena malas, maka mereka wajib meng-qadha’nya sesegera mungkin.

Tentang hal ini, Aisyah (istri Rasulullah) pernah berkata:

كَانَ يَكُوْنُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ فَمَا أَسْتَطِيْعُ أَنْ أَقْضِيَهُ إِلاَّ فِي شَعْبَانَ .

“Dahulu aku memiliki tanggungan/hutang puasa Ramadhan, dan tidaklah aku bisa mengqadha’nya (karena ada halangan sehingga tertunda) kecuali setelah sampai bulan Sya’ban.” (H.R. Al-Bukhari)

Membayar Hutang Puasa Ramadhan dengan fidyah

Membayar fidyah ditetapkan berdasarkan jumlah hari yang ditinggalkan untuk berpuasa. Setiap satu hari seseorang meninggalkan puasa, maka dia wajib membayar fidyah kepada satu orang fakir miskin.

Pada kitab Al-Fiqhul Islami Wa Adillatuhu oleh Dr. Wahbah Az-Zuhaili jilid 1 halaman 143 disebutkan bahwa bila diukur dengan ukuran zaman sekarang ini, satu mud itu setara dengan 675 gram atau 0,688 liter. Sedangkan 1 sha` setara dengan 4 mud . Bila ditimbang, 1 sha` itu beratnya kira-kira 2.176 gram. Bila diukur volumenya, 1 sha` setara dengan 2,75 liter.

Sebagian lagi seperti Abu Hanifah mengatakan dua mud gandum dengan ukuran mud Rasulullah SAW atau setara dengan setengah sha‘ kurma atau tepung. Atau juga bisa disetarakan dengan memberi makan siang dan makan malam hingga kenyang kepada satu orang miskin.

Orang yang memenuhi syarat Membayar Hutang Puasa Ramadhan dengan fidyah:

  • Wanita yang hamil dan menyusui apabila ketika tidak puasa mengakhawatirkan anak yang dikandung atau disusuinya itu.
  • Orang yang menunda kewajiban mengqadha‘ puasa Ramadhan tanpa uzur syar‘i hingga Ramadhan tahun berikutnya telah menjelang. Mereka wajib mengqadha‘nya sekaligus membayar fidyah, menurut sebagian ulama.
  • Orang yang sakit dan secara umum ditetapkan sulit untuk sembuh lagi.
  • Orang tua atau lemah yang sudah tidak kuat lagi berpuasa.

Bisa saja jumlah hari hutang puasa tidak diketahui, karena ada orang yang tidak mencatatnya di selembr kertas tentang berapa hari dia tidak puasa pada bulan ramadhan itu, jika anda lupa misal antara 2 ataukah 4 hari, maka sebaiknya ambil yang paling banyak yaitu yang 4 hari, apabila ternyata cuma 2 hari, maka sisanya tetap dihitung mendapat pahala.

Baik demikianlah informasi mengenai Bagaimana Cara Membayar Hutang Puasa Ramadhan Tahun Kemarin, semoga artikel ini bermanfaat terutama bagi anda yang hendak membayar hutang puasa agar hati lebih merasa tenang, apabila ada diantara para pembaca yang lebih mengerti silakan berikan komentar agar apabila ada kesalahan bisa segera diperbaiki dalam artikel blog ikhtiar ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *