Tahapan Perkembangan Islam di Nusantara

Diposting pada

Tahapan perkembangan islam di nusantara – Ada beberapa proses atau tahapan perkembangan islam dapat masuk di nusantara, proses islam masuk ke nusantara ini melalui tiga tahapan yaitu dengan proses jual beli atau transaksi perdagangan, pengajaran dan sosial. Dengan tiga proses itu maka islam dengan mudah dapat masuk ke Nusantara. Ayo simak beberapa proses Tahapan Perkembangan Islam di Nusantara berikut ini:

Tahapan Perkembangan Islam di Nusantara

Tahapan perkembangan islam di nusantara

1. Tahapan perkembangan islam di nusantara Melalui Proses Sosial:

Selain golongan pembawa, ada pula golongan penerima Islam. Terdapat dua penerima Islam, yaitu golongan elite (rajaraja, bangsawan, dan para pengusaha) dan golongan non elite (lapisan masyarakat biasa). Golongan elite lebih cepat mengalami proses Islamisasi, karena kedudukannya yang mempunyai pengaruh di kalangan masyarakat biasa.

Proses Islamisasi ada beberapa jalan, yaitu melalui perdagangan, perkawinan, pendidikan, tasawuf, dan kesenian. Islamisasi lewat saluran perdagangan terjadi pada tahap awal, yakni sejalan dengan kesibukan lalu lintas perdagangan (antara abad ke-7 sampai abad ke-16). Banyaknya pedagang muslim yang bermukim di Sejarah Perkembangan Islam di Nusantara

Proses Islamisasi juga dilaksanakan melalui jalur seni, misalnya seni ukir. Indonesia, terbentuklah tempat-tempat pemukiman yang disebut Pekojan. Di antara pedagang muslim asing itu, ada pula yang menetap lalu menikah dengan wanita pribumi.

Proses Islamisasi melalui kesenian tampak dari bukti-bukti peninggalan sejarah, seperti ukiran, pintu gerbang, makam, tradisi sekaten, pertunjukan wayang, debus, tarian, dan sebagainya. Penyebaran Islam melalui seni wayang, sastra, debus, tarian, tradisi sekaten, ternyata lebih mempercepat proses islami-sasi. Sampai sekarang proses islamisasi melalui saluran seni masih berlangsung.

2. Tahapan perkembangan islam di nusantara Melalui Proses Pengajaran

Dalam agama Islam setiap muslim adalah pendakwah. Baru kemudian pada masa-masa berikutnya terdapat mubalig dan guru agama Islam, yang tugasnya khusus mengajarkan agama Islam. Mereka ini mempercepat proses Islamisasi, sebab mereka mendirikan pesantren dan mencetak kader-kader ulama/guru-guru agama Islam.

3. Tahapan perkembangan islam di nusantara Melalui Proses Perdagangan

Menurut berita Cina, agama Islam disebarkan oleh orang-orang Arab. S.Q. Fatimi dalam bukunya Islam Comes to Malaysia mengemukakan bahwa Islam berasal dari Benggala. Snouck Hurgronye berpendapat bahwa Islam disebarkan ke Indonesia oleh para pedagang muslim dari Gujarat (India). Menurutnya, Islam tidak disebarkan langsung dari Arab.

Hubungan langsung antara Arab dan Indonesia baru berlangsung abad ke-17, yaitu pada masa kerajaan Samudera Pasai, Banten, Demak, dan Mataram Baru. Pendapatnya itu diperkuat oleh bukti adanya kesamaan unsur-unsur Islam di Indonesia dan di India. Selain itu, adanya cerita-cerita tentang nabi-nabi di Indonesia yang berbeda dengan langgam Arab, tetapi bergaya India.

Mengenai golongan masyarakat pembawa Islam ke Indonesia, para ahli umumnya sependapat, yaitu kaum pedagang. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa penyebaran Islam dilakukan melalui perjalanan lalu lintas perdagangan dan pelayaran.

Demikianlah tahapan perkembangan islam di nusantara, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda yang sedang mempelajari bagaimana Islam masuk ke nusantara dan juga beberapa tahapannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *